resensi musik

Author: hit me / Label:

Setelah mendapat kesuksesan dari dua album terakhir mereka yaitu Sacrament dan Ashes of Wake yang terbukti menjulangkan nama mereka, Band metal asal Virginia Lamb Of God merilis album terbaru mereka bertitel Wrath. Sebelum para domba –domba Tuhan ini merilis album ini, di berbagai situs, dan dalam kesempatan saat mereka konser. Para personel menjanjikan kepada publik bahwa Wrath akan menjadi album yang penuh kejutan dan perubahan dari segi bermusik mereka. Saya pun cukup penasaran akan materi di album ini, tapi setelah mendengarkan via internet ternyata apa yang mereka janjikan ga’ sepenuhnya terbukti. Gue ga’ tahu apa karena latah, lagu-lagu di album ini terdengar biasa-biasa saja, seperti teknik pengulangan dari materi – materi album sebelumnya, ya LOG masih mengumbar musik yang berkarakter garang, trashy seperti Testament, nge-groove layaknya Pantera. Tapi itu dah mereka lakukan sama yang mereka lakukan seperti album – album mereka terdahulu. Sepertinya mereka ingin menggunakan album ini untuk meraih fans base baru yang lebuh besar. Ya setidanya mereka masih gue kategorikan band yang berbahaya dengan permainan musik yang masih gahar walau apa yang mereka janjikan belum terrealisai di album ini.

resensi album

Author: hit me / Label:

 

Cannibal Corpse – Evisceration Plague

 

 

Di ranah permetalan  khususnya di genre grind death metal, nama Cannibal Corpse telah menjadi legenda berkat karya-karya mereka yang bertaji. Di tahun 2009 ini dedengkot metal yang dikomandoi oleh Alex Webster(bass), duo gitaris Pat O’brien dan Rob Barret, George Fisher ini menelurkan album baru, album studio kesebelas mereka yang emang telah ditunggu oleh corps grinder diseluruh dunia.

Evisceration Plague adalah judul album terbaru dari band yang berasal dari Tampa, Florida ini. Di album teranyar ini mereka tetap menampilkan ciri khas musik mereka yaitu, cepat, powerful,dibalut dengan lirik yang cukup sadis. Dan terlihat di album ini musikalitas mereka semakin matang, terlebih duet gitaris Alex dan Pat yang benar-benar mengeluarkan dan menunjukan skill bermusik mereka yang bersinergi dengan permainan drum yang solid.

Walau jujur gue belum mendapatkan materi terbaru mereka ini secara full, tapi gue dah dapat menyimpulkan bahwa this new album that would be damn good record. Singkat kata, album ini adalah jawaban untuk para pengamat musik metal yang menganggap mereka telah habis, sebuah album yang bernafaskan aura kebangkitan untuk bertarung dan bersaing( baca:membantai, red) dengan band-band muda alias pendatang baru yang bealiran sama layaknya seorang kanibal.

 

 

HIDDEN STAGE AGE

Author: hit me / Label:

HIDDEN STAGES AGE

 

            Bingung dengan judul diatas? Apa itu hidden stage? Pada kesempatan ini gue akan coba ngejelasin apa itu hidden stage. Hidden stage sebenarnya hasil dari sebuah gerakan yang ide awalnya muncul dari anak-anak band(khususnya band-band cutting edge alias underground) yang berpikir mencari solusi agar kehidupan bermusik mereka tetap “bernafas” disaat susahnya mendapatkan ijin untuk menggelar hajatan musik dari pemerintah setempat.Karena mereka terkadang masih bersikap skeptis, menganggap acara yang dibuat oleh anak-anak underground akan berakhir dengan kerusuhan.

            Ide ini pun muncul untuk menyiasati dana yang besar jika ingin menggelar sebuah event musik. Konsep acara ini digelar dengan memakai tempat yang biasanya sebuah studio musik( bukan studio foto lho) ato kalo ga’ sebuah kafe-kafe berskala kecil. Dengan peralatan dan sound seadanya dan band-band yang diundang pun ga’ banyak. Untuk urusan dana, diambil dari donasi sukarela dari band-band yang tampil di hidden stage tersebut.

            Gerakan ini sebenarnya dah lama muncul, awal mula barasal dari negara-negara barat ambil contoh Amerika. Konsep hidden stage di Amerika sana cukup terkonsep, yaitu dengan diadakan tiap pekan tepatnya akhir pekan, dengan band-band penampil kebanyakan adalah band-band baru yang sedang mencoba nerintis karir band mereka, yang menjadi headliners atawa band pembuka dari band-band yang dah punya cukup nama.

Orange Country, California adalah salah satu kota pelopor acara ini dan masih     bertahan mpe sekarang.

            Di Indonesia sendiri akhir-akhir ini acara hidden stage makin banyak digelar. Y bisa dibilang lewat acara kayak gini anak-anak band lokal mencoba untuk survive memperjuangkan musik mereka. Bahkan tidak sekedar untuk bertahan, mereka mencoba agar musik mereka berkembang, ambil contoh konsep hidden stage yang sering diadakan di kota Malang. Anak-anak band asal Malang mengkonsep acara mereka tidak hanya sekedar menyewa tempat berharga miring, terus memainkan musik mereka tapi sekarang mereka memasukan konsep kayak coaching clinic segala.

            Gue sih sangat support dengan gerakan kayak gini. Selain mempertahanin eksistensi musik kita tap juga menambah kekompakan antar band ntuk menyatukan visi-misi mereka yang bertujuan untuk memajukan scene musik mereka. Now is the hidden stage age, alias masa-nya hidden stage lagi kenceng-kencengnya. KEEP YOURS MUSIC ALIVE GUYS……

pemilu pilu

Author: hit me / Label:

Pada suatu hari seorang ngobrol ma gue, pria berumur 60 tahun keatas. Topik yang dia obrolin adalah kebingungan beliau tentang pemilu tahun ini. Mbah-mbah ini bertanya plus sedikit beropini tentang pemilu tahun ini. Ya, dia merasa pemilu nyang mau digelar ini penuh dengan keterburuan, tergesa-gesa, pake azas pokoke terlaksana, terus punya presiden baru…

Dengan tanpa mengindahkan aspek-aspek pendukungnya., kayak sosialisasi misalnya. Kakek ini masih awam dengan istilah nyontreng alias nyentang. Dan itu terjadi pada temen-temen sebayanya, bahkan sejumlah masyarakat berbagai umur juga ngalamin hal tersebut. Dan muaknya mereka dengan janji-janji para elite politik.

Gue pun sependapat dengan opini kakek tadi. Pemilu tahun ini terlalu mementingkan kepentingan politik pribadi dan partainya. Tak ada perubahan dari ide, atopun visi – misi mereka kalo terpilih menjadi penguasa Senayan sana. Para elite politik tetep mengusung isu kemiskinan, pemberantasan korupsi sebagai topik utama meraka untuk berperang di pemilu nanti. Tapi ide-ide tesebut tidak dibarengi dengan system ato program kerja yamg jelas, kongkret, dan transparan.

Cara-cara para politikus pun masih jauh dari fair, masih banyak saling sikut dengan cara black campaign dengan saling sindir di media massa,cetak maupun elektronik, dan adu kekuatan duwit dalam mengumpulkan massa pendukung ( kalo rakyat sih seneng-seneng aja dikasih duit).

Padahal rakyat dah muak dengan hal-hal yang berbau surga, janji-janji kosong yang sering dikumandangkan para elite politik. Banyak lembaga-lembaga survey di Indonesia yang memprediksi bahwa pemilu tahun ini angka golput alias ga’ milih pada pemilu nanti akan meningkat.

Ya kalo dah gini, tinggal pinter-pinter kita aja untuk menyikapi dalam memilih pemimpin kita nanti. Yang utama adalah “ BUAT KEBAIKAN INDONESIA”……